Tech Industry: Potensi Karir dan Flexible Working

April 6, 2022
tech industry

Table of Contents

Hingga sekarang peluang untuk berkarir di tech industry semakin terbuka luas. Tidak hanya lowongan yang membutuhkan para pekerja tech yang berkembang pesat, namun juga model kerjanya yang semakin fleksibel. Posisi di mayoritas perusahaan dengan model work from home mencari pekerja untuk divisi technology development. Skill dalam software development hingga data scientist menjadi pekerjaan paling menarik tahun ini. 

Mengenal tech industry di tahun 2022

Sejak tahun 2019 para pekerja telah merasakan banyak perubahan dalam dunia kerja. Banyak role atau pekerjaan baru yang muncul di permukaan karena kebutuhan bisnis yang semakin kompleks. Hal tersebut memicu antusiasme pekerja untuk mempelajari skill baru tersebut agar dapat beradaptasi dengan kondisi yang tidak menentu. 

Industri teknologi dikenal karena merupakan salah satu industri dengan gaji tinggi. Hal ini disebabkan oleh permintaan masyarakat akan solusi berbasis teknologi sangat meningkat drastis. Dalam memasuki dunia tech Anda dapat mempelajari dari banyak sumber dan tidak hanya berasal dari perguruan tinggi saja. Banyak online course yang menawarkan pelatihan hingga bootcamp untuk mempelajari skill seperti digital marketing, software engineering, hingga data scientist. Jika anda ingin mempelajari high income skill, anda dapat memulainya dengan masuk kedalam

tech industry di tahun 2022
Industri di bidang teknologi memiliki peminat yang terus meningkat. Photo by ThisisEngineering RAEng on Unsplash

Jenis pekerjaan tech industry yang on-demand

Mayoritas pekerjaan di bidang teknologi adalah software development, mengingat gaji yang ditawarkan relatif tinggi. Berikut adalah pekerjaan yang paling dicari ketika masuk ke dalam dunia technology.

1. Software engineer

Software engineer merupakan pengembang perangkat lunak seperti website, aplikasi android, hingga game. Pekerjaan ini termasuk salah satu yang paling populer dan memiliki populasi terbesar diantara pekerjaan tech lainnya. Web developer sendiri terbagi dari tiga (3) divisi, yaitu Front-end Developer, Back-end Developer, dan juga Full Stack Developer. 

Front-end Developer bertugas untuk membangun bagian interface dari sisi user. Pekerjaan ini membutuhkan kemampuan dalam menggunakan HTML, CSS, dan juga JavaScript. Keahlian dalam menggunakan sejumlah framework juga dibutuhkan dalam pekerjaan ini. Untuk Backend Developer, peran ini merupakan kebalikan dari Front-end Developer. Pekerjaan ini berkaitan dengan kepengurusan semua kebutuhan di bagian server dan juga proses pengolahan data di database.

Sedangkan Full Stack Developer, pekerjaan ini bertanggung jawab dari sisi user interface dan sisi server secara bersamaan. Pekerjaan ini membutuhkan penguasaan yang ada di sisi Front-end, dan juga bahasa pemrograman yang ada di Back-end. Dapat dikatakan, peran ini merupakan gabungan dari peran Front-end Developer dan Back-end Developer.

software engineer di tech industry
Pengembang yang menjadi inti dari software development. Photo by ThisisEngineering RAEng on Unsplash

2. DevOps Engineer

DevOps bertanggung jawab untuk integrasi dan otomatisasi proses, dan berperan penting dalam menggabungkan kode, pemeliharaan aplikasi, dan manajemen aplikasi. Orientasi pekerjaan DevOps adalah untuk menjaga stabilitas aplikasi setelah dirilis. Pekerjaan ini merupakan salah satu pekerjaan dengan tanggung jawab yang cukup besar. Sehingga posisi ini mendapatkan popularitas relatif tinggi di perusahaan hampir di semua sektor.

DevOps dipandang sebagai cara paling efektif untuk memastikan produk dirilis tepat waktu, sesuai anggaran, sesuai dengan keinginan klien dan konsumen, serta berbicara dengan baik tentang kualitas perusahaan. Seorang pekerja dengan posisi ini diharapkan menutup kesenjangan antara pengembang dan tim operasi, menggunakan berbagai macam alat dan pengalaman teknologi untuk membuat operasi sehari-hari di tim teknologi perusahaan semulus dan seefisien mungkin.

Hal ini dapat membuat perusahaan lebih sukses, populer dan menguntungkan secara keseluruhan. Keuntungan tersebut merupakan salah satu cara agar dapat memenangkan persaingan di bidang tech yang sangat berkembang cepat.

devops bertugas mengamankan server
Seseorang yang bertugas memastikan kinerja server dan keamanannya. Photo by Christina @ wocintechchat.com on Unsplash

3. Data Scientist

Data scientist adalah pembuat data besar (big data), mengumpulkan dan menganalisis kumpulan besar data terstruktur dan tidak terstruktur. Perannya adalah menggabungkan ilmu komputer, statistik, dan matematika. Mereka menganalisis, memproses, dan memodelkan data kemudian menginterpretasikan hasilnya untuk membuat rencana yang dapat ditindaklanjuti untuk perusahaan dan organisasi lain.

Pekerja dengan skill data science adalah pakar analitik yang memanfaatkan keterampilan mereka baik di bidang teknologi maupun ilmu sosial untuk menemukan tren dan mengelola data. Mereka menggunakan pengetahuan industri, pemahaman kontekstual, skeptisisme asumsi yang ada untuk mengungkap solusi untuk tantangan bisnis.

Pekerjaan seorang data scientist biasanya melibatkan memahami data yang berantakan dan tidak terstruktur, dari sumber seperti perangkat pintar, umpan media sosial, dan email yang tidak sesuai dengan database. 

data scientist bertugas mengolah data
Profesi ini bertuga membuat aplikasi atau program guna menghasilkan insight. Photo by Sigmund on Unsplash

Potensi karir yang luas dalam tech industry

Melihat kompleksitas pekerjaan dalam industri technology development, kesempatan untuk berkarir sangatlah luas. Di Indonesia sendiri, gaji seorang software engineer dapat mencapai 50 juta rupiah perbulan. Terlebih jika Anda ingin mendirikan software house sendiri untuk menjadi pihak ketiga pengembangan sistem perusahaan. Klien Anda dapat berasal dari negara mana saja selama skill yang Anda miliki relevan dengan kebutuhan mereka. Mengingat karir di industri ini peminatnya mulai meningkat tiap tahunnya. Jika Anda ingin memulai, sekarang adalah waktu yang tepat. 

potensi karir di tech industry
Industri tech akan bertahan sangat lama dan akan selalu relevan selama teknologi dibutuhkan. Photo by Andrew Neel on Unsplash

Tips untuk memulai sebagai pekerja tech industry

1. Ikutilah bootcamp khusus profesi yang ingin Anda masuki

Bootcamp berguna untuk menyambut Anda pada informasi dasar mengenai sebuah profesi. Disitu Anda akan dibimbing untuk mempelajari sebuah skill tersebut dalam pembelajaran intensif secara offline maupun online. Beberapa bootcamp menyediakan sertifikasi yang dapat berguna untuk bekerja jika Anda lolos.

2. Latih kemampuan dan pengetahuan Anda akan teknologi yang populer

Kedisiplinan dalam melatih kemampuan Anda menjadi kunci keberhasilan Anda. Umumnya para pekerja ini belajar dari banyak sumber dan terus melatihnya. Luasnya pengetahuan dan kompleksnya proyek IT mendorong Anda agar tetap terus berlatih dan bekerja 

3. Magang di perusahaan yang membutuhkan jasa dibidang tech

Mulai karir Anda sebagai software engineer, devops, atau data scientist dengan magang atau internship. Hal ini mengajarkan Anda untuk bekerja sebagai bagian dari tim pada divisi tech development. Tujuannya adalah untuk membantu Anda untuk meminimalisir kesalahan pemula ketika bekerja profesional nantinya. 

4. Cari mentor untuk membimbing Anda

Mentor memegang kunci penting dalam perkembangan skill Anda. Seorang mentor tidak harus offline dan Anda temui setiap hari. Melainkan seorang mentor adalah seseorang yang berbagi ilmu dan menginspirasi Anda. Banyak pelajaran yang dapat Anda serap dari mentor Anda agar dapat bersaing dengan kompetitor Anda.

tips karir di tech industry
Banyak online course yang menawarkan pembelajaran untuk persiapan karir di bidang teknologi. Photo by Firmbee.com on Unsplash


Coworking space: tempat favorit para pekerja tech industry

Umumnya para pekerja di bidang ini bekerja secara fleksibel atau WFA. Sehingga mereka cenderung mencari suasana kerja yang cocok dengan mereka. Coworking space memberikan fasilitas dan tingkat kenyamanan lebih untuk bekerja daripada di cafe atau di rumah. Hal tersebut yang menyebabkan banyak orang sangat betah bekerja disana. Terlebih, mereka sangat menyukai networking untuk peluang karir yang lebih besar atau sekedar sharing pengetahuan. Flexible space memberikan ruang bagi Anda yang ingin bergabung dengan komunitas di dalamnya. 

tempat kerja cocok bagi tech industry
Temukan coworking space terdekat anda untuk kualitas kerja yang lebih nyaman. Photo by Ewan Buck on Unsplash

Untuk menemukan coworking space terdekat, Anda cukup mengunjungi Deskimo. Tersedia berbagai pilihan hot desk dan meeting room untuk Anda dapat bekerja fleksibel dan bersosialisasi dengan para tech-head yang ada. Biaya sewa hanya sesuai durasi penggunaan saja. 

Share the love
Share on linkedin
Share on facebook
Share on twitter
Reading is to the mind what exercise is to the body. Therefore, read on.
—Richard Steele + Deskimo

Meet Deskimo

The app for finding curated workspaces in Hong Kong and Singapore.

Find a workspace wherever you are

Deskimo’s independent network of office locations are diverse and distributed. Find the right office for you within walking distance.

No need to reserve ahead of time

Deskimo workspaces are as ready as you are. Find a workspace when you need it, with instant check-in.

Never pay

for unused time

No subscriptions or commitments. With the Deskimo mobile app, pay only for the time that you use, not a minute more.

Deskimo is backed by Y Combinator, the world's top startup accelerator.
On its day of release, Deskimo was listed as the #3 product on Product Hunt.